random kesekian

Sudah setahun lebih blog ini kosong tidak terisi sebab ditinggal lupa empunya. Alangkah kasihan. Kasihan empunya, kering ide miskin inspirasi, sehingga tak ada kata-kata yang bisa dirangkai menjadi tulisan.

Sudah setahun lebih, empunya kembali. Mungkin ia sudah mendapat banyak inspirasi untuk menulis selama setahun dia pergi. Tapi, ternyata belum juga. Malah, sekarang makin kosong. Entah apa yang dijejalkan ke dalam kepala si empu. Yang pasti, dia makin kosong.

Bolehlah sedikit berkisah kemana saja dia setahun lebih. Kabarnya dia menuntut ilmu di dunia persilatan akuntansi, menempa diri menjadi auror to be. Banyak dong ilmunya, setahun lebih! Tapi, dia makin kosong.

kau tau bagaimana rasanya kosong?

saat kau berpikir kau tau segalanya, kau benar, tapi nyatanya tidak

saat yang kau yakini bernegasi dengan realita

pepatah mengatakan: tong kosong nyaring bunyinya

aku rasa memang benar begitu

ingin rasanya terlempar ke ruang angkasa, di mana di sana hanya ada hampa

aku hanya akan melayang-layang tak pasti, hingga akhirnya berharap mukjizat mendaratkan aku di planet bergravitasi selain bumi

kemudian kekosongan akan ku isi dengan segala yang ada di planet bergravitasi, hingga jejal penuh? mencoba serakah…

tak mengapa, kosong karena hampa berisi karena udara

tapi, haruskah aku terlempar ke ruang angkasa dulu untuk mengisi kosong?

 

 

-juniblossomrandom/d4/03/2016

Advertisements

random #2

Ketika stranger menjadi friend kemudian kembali lagi menjadi stranger.

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar setiap makhluk hidup selain pangan. Tanpa komunikasi, peradaban makhluk hidup tentunya sudah punah sejak lama.

Dalam kehidupan manusia yang serba bersinggungan, komunikasi akan menjadi lebih gampang jika antar komunikan (orang yang melakukan kegiatan komunikasi) paling sedikit memiliki “irisan” antar kehidupannya. Masih ingat Diagram Venn Matematika jaman SMP? Yah, seperti itulah kira-kira. Di mana A merupakan komponen tersendiri dan B juga komponen tersendiri, lalu adalah A n B sehingga didapatkan bahwa ada kesamaan antara A dan B yang sebelumnya masih berdiri sendiri masing-masing.

Bingung karena tulisan pada paragraf di atas terlalu memutar-mutar? Memang agak disengaja. Hal itu merupakan salah satu hambatan komunikasi yang dapat membuat komunikasi menjadi tidak efektif. Efek ekstremnya adalah salah tafsir oleh komunikan terhadap apa yang disampaikan oleh komunikator. Komunikator menyampaikan A+B=C, komunikan bisa saja menerjemahkannya menjadi A+B=D. Miskomunikasi dapat menggiring kita menuju jurang hancurnya hubungan komunikasi yang telah terjalin.

Kembali lagi ke soal irisan tadi, irisan ini dapat kita ciptakan situasi dan kondisinya. Semakin kita tertarik terhadap lawan bicara kita, maka irisan ini pun akan semakin banyak sehingga pada titik tertentu kita merasa nyaman untuk terus berkomunikasi dengan lawan bicara kita tersebut. Hal ini akan meningkatkan status dari stranger menjadi friend.

Tapi, ada kalanya irisan yang ingin ditingkatkan malah mandek sehingga komunikasi yang terjalin hanya terbatas dan seperlunya. Atau malah jadi irisan yang ada menjadi berkurang kuantitasnya. Jika hal ini terjadi, bisa-bisa komunikasi yang sudah sempat terjalin terputus. Hal ini akan meningkatkan status dari friend menjadi stranger.

Untuk menjaga agar komunikasi yang telah terjalin tetap ada, tentu dibutuhkan sikap kedewasaan dari setiap komunikator dan komunikan dalam menyikapi lawan bicara. Melihat suatu pokok pembicaraan dari berbagai sudut pandang, mempertimbangkan segala kemungkinan, bukan mencari pembenaran atas pendapat sendiri. Intinya, janganlah egois. Sehingga hasil yang diharapkan stranger –> friend –> bestfriend.

-juniblossom-

random #1

pernahkah terpikir olehmu bahwa ada seseorang yang bisa membaca pikiran orang lain?

benarkah orang tersebut memang benar ada?

orang yang mampu membaca pikiran orang lain secara jelas dan senyata-nyatanya, sejelas membaca koran dan menonton berita

jika memang ada, tolong beritahu aku

aku sering kali memikirkan tentang keberadaan orang-orang ini

merasa agak sedikit terganggu jika benar ada

pikiranku, pikiran semua orang, tidak semuanya yang dapat menjadi konsumsi publik, tentu ada pula yang menjadi privasi

tapi itu memang sudah bakat mereka, jadi tidak ada yang perlu dipersalahkan

saling mengontrol diri masing-masing saja

*just a random thing

hidup untuk mati

Pada hidup yang memberi makna di dunia

Kamu membuat banyak jiwa gelisah dan menjadi hilang arah

Begitu tinggi standar yang kau patok demi kebahagiaan fanamu

Sehingga banyak di antara kami yang terjebak dan menjadi budakmu

Menjadikanmu sebagai tuhan tanpa kami sadari

Pada hidup yang membuat mudah itu menjadi susah dan susah itu menjadi mudah

Kami sembah kamu melebihi kami menyembah yang telah menciptakan kami

Cukuplah kami ingat Tuhan yang Maha Pencipta, itupun kalau ingat

Sisanya, kami asyik menghabiskan waktu dengan kamu

Pada hidup yang berpangkal sejak kami lahir hingga berujung pada kami mati

kami lupa bahwa hidup kami sebenarnya untuk mati

Itulah tujuan hidup kami, mempersiapkan kematian terbaik

Tapi yang kami jalani kini, hidup hanyalah untuk hidup saat ini, di tempat yang fana ini

Lupa mati

Seandainya hidup itu semudah satu ditambah satu sama dengan dua, akankah kami masih terjebak oleh kamu, hai hidup?

Dan ingat bahwa hidup itu untuk mati?

belajar

Jiwa terus gemuruh

Batin terus bergolak

Gelisah…

Hati bimbang menimbang, menakar kadar dosa yang akan dilontar

Ah, tak perlulah ditakar, tak ada itu dosa, lupa apa itu dosa, otak memutuskan

Begitulah, sandiwara itu terus dimainkan, palsu,

Senyuman pun tulus dan tidak susah dibedakan

Pada akhirnya, semuanya menjadi biasa saja dan kebiasaan

Tenang dilakukan, profesional

Dosa itu, lupa

harga diri

Banyak huruf melayang di kepalaku

Mencoba susun kata satu per satu, yang susah diucapkan lidahku, hanya bisa bisu

Aku biasanya pintar, tapi kini aku jadi buta aksara, tiap aku berusaha menyusun kembali kata-kata itu

Lidahku jadi ciut, cadel

Ragaku jadi patung lilin yang meleleh karena kepanasan

Nyawaku tertinggal di perut

Otakku kusut

Putus asa, ku coba susun kata-kata itu dengan meminjam lidah seorang kawan, berharap asa kembali bersambung

Apa dayaku, kata-kata itu susah

Pinjaman lidah ini tidak.sesuai dengan reka yang ada di kepalaku

Kata-kata itu gagal menunjukkan maknanya, telah gagal

Menghilangkan asa, ku hapus banyak huruf itu agar aku lupa menyusun kata-kata itu,

Untukmu yang selalu diliputi tanda tanya

“Apakah kamu sudah memiliki seorang kekasih?”

 

*ditulis dalam rangka mengikuti #7hari menulis

 

—teruntuk kedua teman terokeku, d & p—

Aku tidak mau mendengar, telingaku kutulikan

Aku tidak mau melihat, mataku kubutakan

Aku mau bohong, mulutku kubungkam

Hati yang berontak, abaikan!

Otak kucuci nurani kubuang

 

Kini, aku hanya boneka

Produk berhasil dari KKN yang telah lama menetas

Matilah integritas!

Kicauku

Kicauku di hari dingin beku
Membuat nafasku mati kaku
Darahku memanas mengeras
Tulangku ngilu.

Kicauku di hari dingin beku
Nyanyian pagi yang tak bersambut seru
Kepak sayapku kaku, diam tak mau laju
Pikiran terbelenggu arah yang tak tentu

Semisal bumi tak berpijak lagi, pastilah aku sudah terlambung tak kembali lagi…

jalan

Jalan setapak berumput dan semak itu tetap saja begitu, setengah meter, hanya cukup untuk pejalan satu arah. Jika dua orang berlawanan arah berpapasan, maka mereka harus saling memiringkan badannya agar dapat berbagi jalan.

Tidak ada yang berubah dari jalan itu, kecuali semaknya yang makin rimbun dan lebat. Bahkan, gundukan tanah setinggi satu meter tempat aku dulu pernah bermain masih ada dan sama.

Dari SD hingga SMA, aku pasti melalui jalan setapak itu. Aromanya sama, rasanya sama, pengalamannya sama, tak ada yang berubah. Tidak tau, jalan itu sepertinya mengukir kenangan di hatiku yang membangkitkan suatu kerinduan. Kerinduan yang sulit diungkapkan. Apakah jalan itu punya aura tersendiri, aku pun tak tau.

Yang jelas, jalan itu turut mengantar jalanku menuju jalan yang sekarang.  Meski jalan itu berumput dan semak, kelihatan tak terurus, memang, tapi jalan itu sangat berjasa bagi perjalananku.

kesempatan

hidup terus berjalan, langkah terus berputar

jejak tertinggal di belakang, pandang terus ke depan

apa yang harus dilakukan?

kaki terikat di belakang, pandang terhalang buta  yang dipelihara

jika saja kuasa kan ku atur waktu sesukaku

jejak yang tinggal akan dihapus

arah yang dilangkah akan dibelok